BEBERAPA TIPS MEMBELI BARANG BEKAS :

Tips Cerdas


 Untuk sebagian orang barang bekas ternyata masih dicintai dan diburu, hal ini bisa jadi karena Impian mendapatkan barang bagus di masa lampau yang tidak terwujudkan, harga yang relative lebih murah, barang langka atau bisa jadi  emang gak punya duit lebih tapi keinginan besar.Berikut tips yang coba disajikan dalam posting ini yang sudah kami rangkum.Apakah akan menjadi tolak ukur dalam membeli barang bekas nantinya, kita kembalikan lagi kepada yang membaca, layakkah membeli barang bekas.


Berikut tips sederhananya :
   
1. Cari Info. tentukan dulu barang yang ingin dibeli, lalu cari info tempat yang tepat untuk mendapatkan barang tersebut. Sebaiknya, tanya-tanya juga pada teman yang pernah belanja di sana, biar tahu trik dan aturan tawar menawarnya.Mengumpulkan informasi ini sangatlah penting untuk kita agar tidak menyesal nantinya karena salah memilih.

2. Fokus pada kebutuhan barang bekas yang ingin anda beli.Jangan terbuai oleh nafsu,kecuali jika anda tipikal pemburu yang hanya senang membeli ,alias kolektor.Survey Harga. Cari tahu harga barang baru yang Anda akan beli dengan berbagai merek. Tidak lucu kan, kalau belakangan Anda baru tahu bahwa selisih barang baru dan barng bekas cuma Rp. 1000,-.

3. Cari tau kondisi dan status penjual.Maksudnya anda hendak bertransaksi dgn seorang pedagang yang berniat menjual barang kesayangannya karena berbagai alasan.Selain itu dandan Minimalis. Dandanan Anda saat belanja barang bekas sudah pasti harus berbeda ketika dengan dandanan Anda ketika akan pergi ke mall. Kalau belanja di garage sel, masih boleh dandan cakep. Tapi kalau ke pasar barang bekas, cukup pakai jeans dan kaos obling dengan wajah tanpa makeup dan rambut ditata sederhana (misalnya: untuk cewek, dikuncir kuda). Semakin keliahatan bokek semakin bagus.

4.Gali informasi sebanyak-banyaknya agar lebih tau riwayat barang yang ingin kita beli.Selain itu. Awas Copet. Tempat ramai penuh dengan orang bersedak-desakan biasanya jadi lokasi favorit para penguntit dan pencopet.Kalau sampai kehilangan uang karena dicopet, sedangkan Anda mau belanja barang bekas karena berniat ngirit, kan, ironis banget. Makanya, tetap waspada dengan barang bawaan sendiri, terutama barang berharga seperti dompet dan ponsel. Siapkan siku Anda, jadi kalau ada yang mencurigakan tinggal disikut.

5. Bersama Teman. Bersatu akan lebih seru. Memang paling seru kalau pergi bersama teman-teman. Selain bisa saling memberi saran, Anda juga mendapat lebih banyak barang. Bahkan, selesai belanja Anda bisa saling lirik kantong belanja serta siapa yang dapat barang paling keren dan murah.Jangan lupa bicarakan adanya jaminan dari penjual.Jaminan dalam pengertian bahwa apa yang dikatakan oleh penjual benar.

6. Menawar Harga. Jangan langsung setuju dengan harga per4tama yang ditawarkan penjual (biarkan menurut Anda sangat murah). Demi kepuasan hati dan agar tidak menjadi korban penipuan, nada harus tega dan berani menawar. JAngan lupa siapkan uang tunai -lupakan penggunaan kartu kredit.

7. Apabila anda bertfansaksi dengan pedagang ,cari tau profile pedagang yang bersangkutan dan wajib Teliti. Namanya juga barang bekas, pasti sudah tidak sebaik barang baru. Meskipun demikian, lihatlah apakah kekurangannya masih bisa Anda tolerir. Untuk produk fashion cek bagian-bagian ‘rawan’, seperti jahitan ketiak, segitiga bawah, atau di leher (kecuali suka model kerah buluk).
 

8.Jangan terlalu lama memutuskan untuk membeli.Ingat .. pembeli barang tidak hanya anda, tapi mungkin puluhan atau ratusan pembeli.

9.Cari lokasi penjual yang tidak terlalu jauh dari lokasi anda.Agar mudah ketemuan, usahakan jangan membeli barang dari daerah yang jauh dari anda, kecuali anda merasa yakin.

10.Bergabunglah dengan forum atau komunitas online maupun offline.Meskipun anda seorang pemula, jangan sungkan mengutarakan niat anda untuk bergabung.

If Else

IF – ELSE

Pernyataan if – else mempunyai pengertian “jika Kondisi bernilai benar, maka perintah-1 akan dikerjakan, dan jika tidak memenuhi syarat maka akan dikerjakan perintah-2”. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari contoh sederhana sebagai berikut ini ;
if(Kondisi)
Perintah-1;
else
perintah-2;




Contoh program yang menggunakan if-else :
Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput.
  • Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah :
    • Nilai Murni Keaktifan = Nilai keaktifan dikalikan dengan 20%
    • Nilai Murni Tugas = Nilai tugas dikalikan dengan 30%
    • Nilai Murni Ujian = Nilai ujian dikalikan 50%
    • Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian.
    • Ketentuan  grade nya.
      • Grade A = 80
      • Grade B = 70
      • Grade C = 59
      • Grade D = 50
      • Grade E = 40
Contoh penyelesaian :
# include <stdio.h>
# include <iostream.h>
# include <conio.h>
main()
{
char nama[20],*Grade;
float nk,nt,nu,nmk,nmt,nmu,na;
cout<<”Program Hitung Nilai Akhir Siswa”<<endl<<endl;
cout<<”   Masukkan Nama Siswa : “;gets(nama);
cout<<”   Nilai Keaktifan     : “;cin>>nk;
cout<<”   Nilai Tugas         : “;cin>>nt;
cout<<”   Nilai Ujian         : “;cin>>nu;
nmk=nk*0.2;
nmt=nt*0.3;
nmu=nu*0.5;
na=nmk+nmt+nmu;
if(na>=80)
{
Grade=”A”;
}
else if(na>=70)
{
Grade=”B”;
}
else if(na>=59)
{
Grade=”C”;
}
else if(na>=50)
{
Grade=”D”;
}
else
{
Grade=”E”;
}
cout<<endl;
cout<<”     Siswa Yang Bernama “<<nama<<endl;
cout<<”     Dengan nilai presentase yang dihasilkan”<<endl;
cout<<”     Nilai Murni Keaktifan x 20%    : “<<nmk<<endl;
cout<<”     Nilai Murni Tugas     x 30%    : “<<nmt<<endl;
cout<<”     Nilai Murni Ujian     x 50%    : “<<nmu<<endl;
cout<<”     Memperoleh Nilai Akhir Sebesar : “<<na<<endl;
cout<<”     Grade yang di dapat            : “<<Grade<<endl;
getch();
}
Contoh Gambar <outputan>.

Buatlah program hitung nilai rata-rata dari seorang siswa Dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Nama Siswa, Nilai Pertandingan I, Nilai Pertandingan II, Nilai Pertandingan III diinput.
  • Nilai rata-rata merupakan nilai hasil dari Nilai Pertandingan I, II dan III di bagi dengan 3.
  • Ketentuan mendapatkan hadiah dari pertandingan :
  • Jika nilai rata-rata >= 85, maka mendapatkan hadiah separangkat computer P4
  • Jika nilai rata-rata >= 70, maka mendapat hadiah uang tunai Rp. 500,000
  • Jika nilai rata-rata < 70, maka mendapatkan hadiah hiburan.
Contoh penyelesaian :
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main()
{
char nama[20],*hadiah;
int nil1,nil2,nil3;
float rt2;
cout<<endl;
cout<<”   ============================================”<<endl;
cout<<”       Program Hitung Nilai Rata-Rata Siswa”<<endl;
cout<<”   ============================================”<<endl<<endl;
cout<<”   Nama Siswa             : “;gets(nama);
cout<<”   Nilai Pertandingan I   : “;cin>>nil1;
cout<<”   Nilai Pertandingan II  : “;cin>>nil2;
cout<<”   Nilai Pertandingan III : “;cin>>nil3;
if(nil1>=85)
{
hadiah=”Komputer P4″;
}
else if(nil2>=70)
{
hadiah=”Uang Tunai Rp.500,000″;
}
else
{
hadiah=”Hiburan lain”;
}
rt2=nil1+nil2+nil3/3;
cout<<endl;
cout<<”   Siswa Yang Bernama   : “<<nama<<endl;
cout<<”   Nilai Rata-rata      : “<<rt2<<endl;
cout<<”   Hadiah Yang di Dapat : “<<hadiah<<endl;
getch();
}
Contoh Gambar <outputan>.

PT. DINGIN DAMAI, memberikan honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.300,000,- per bulan, dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut :
  • Tunjangan Jabatan
Golongan Presentase
1 5%
2 10%
3 15%
Sebagai contoh : jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3, maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.300,000,-
  • Tunjangan Pendidikan
Kode Pendidikan Presentase
1 SMU 2,5%
2 D3 5%
3 S1 7.5%
  • Honor Lembur
Jumlah Jam kerja normal sebanyak 8 jam kerja, honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam, maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.2,500 untuk setiap kelebihan jam kerja perharinya.
Contoh penyelesaian :
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main()
{
char nk[20];
float gol,pen,golongan,pend,jjk,a,juml,total,gaji;
cout<<”    =====================================================”<<endl;
cout<<”    Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT.DINGIN DAMAI\n”;
cout<<”    =====================================================”<<endl;
cout<<endl;
cout<<”    Nama Karyawan         : “;gets(nk);
cout<<”    Golongan              : “;cin>>gol;
cout<<”    Pendidikan (SMU/D3/S1): “;cin>>pen;
cout<<”    Jumlah Jam Kerja      : “;cin>>jjk;
gaji=300000;
if(gol==1 && pen==1)
{golongan=0.05*300000;
pend=0.025*300000;
}
if(gol==2 && pen==1)
{golongan=0.1*300000;
pend=0.025*300000;
}
if(gol==3 && pen==1)
{golongan=0.15*300000;
pend=0.025*300000;
}
if(gol==1 && pen==2)
{golongan=0.05*300000;
pend=0.05*300000;
}
if(gol==2 && pen==2)
{golongan=0.1*300000;
pend=0.05*300000;
}
if(gol==3 && pen==2)
{golongan=0.15*300000;
pend=0.05*300000;
}
if(gol==1 && pen==3)
{golongan=0.05*300000;
pend=0.075*300000;
}
if(gol==2 && pen==3)
{golongan=0.1*300000;
pend=0.075*300000;
}
if(gol==3 && pen==3)
{golongan=0.15*300000;
pend=0.075*300000;
}
if(jjk>=8)
{
a=jjk-8;
juml=a*2500;
}
else
{
juml=0;
}
total=golongan+pend+juml+300000;
clrscr();
cout<<”karyawan Yang Bernama= “<<nk<<endl;
cout<<”Honor Yang Diterima      “<<endl;
cout<<”Honor Tetap          = Rp. “<<gaji<<endl;
cout<<”Tunjangan Jabatan    = Rp. “<<golongan<<endl;
cout<<”Tunjangan Pendidikan = Rp. “<<pend<<endl;
cout<<”Honor Lembur         = Rp. “<<juml<<endl;
cout<<”Jumlah               = ____________+”<<endl;
cout<<”Honor Yang Diterima    Rp. “<<total<<endl;
getch();
}
Contoh Gambar <outputan>.

Algoritma

Algoritma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Diagram Alur sering digunakan untuk menggambarkan sebuah algoritma.
Dalam matematika dan komputasi, algoritma atau algoritme [1] merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.
Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.
Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah istilah "algoritma"

Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawārizmi (hidup sekitar abad ke-9), sebagaimana tercantum pada terjemahan karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 "Algorithmi de numero Indorum". Pada awalnya kata algorisma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab (sebenarnya dari India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

[sunting] Jenis-jenis Algoritma

Terdapat beragam klasifikasi algoritma dan setiap klasifikasi mempunyai alasan tersendiri. Salah satu cara untuk melakukan klasifikasi jenis-jenis algoritma adalah dengan memperhatikan paradigma dan metode yang digunakan untuk mendesain algoritma tersebut. Beberapa paradigma yang digunakan dalam menyusun suatu algoritma akan dipaparkan dibagian ini. Masing-masing paradigma dapat digunakan dalam banyak algoritma yang berbeda.
  • Divide and Conquer, paradigma untuk membagi suatu permasalahan besar menjadi permasalahan-permasalahan yang lebih kecil. Pembagian masalah ini dilakukan terus menerus sampai ditemukan bagian masalah kecil yang mudah untuk dipecahkan. Singkatnya menyelesaikan keseluruhan masalah dengan membagi masalah besar dan kemudian memecahkan permasalahan-permasalahan kecil yang terbentuk.
  • Metode serakah. Sebuah algoritma serakah mirip dengan sebuah Pemrograman dinamik, bedanya jawaban dari submasalah tidak perlu diketahui dalam setiap tahap; dan menggunakan pilihan "serakah" apa yang dilihat terbaik pada saat itu.

[sunting] Lihat pula

LOGARITMA

LOGARITMA

Logaritma merupakan fungsi invers dari eksponen.


Dengan a = bilangan pokok ,
yang merupakan invers (cerminan dari f(x) terhadap garis y = b) dari fungsi eksponen , sehingga mempunyai invers .


I. Sifat-sifat Logaritma
a. Sifat Perkalian Logaritma
Perkalian logaritma samadengan penjumlahan logaritma dengan basis tetap.
b.Sifat Pembagian Logaritma
Jika hasil logaritma merupakan pembagian,hasilnya dapat diuraikan menjadi operasi pengurangan bilangan logaritma dengan basis tetap.
.
c. Sifat Perpangkatan Logaritma
Hasil operasi berupa bilangan logaritma berpangkat, dapat diuraikan sbb:
d. Sifat Penarikan Akar
Jika ada hasil operasi logaritma yang berbentuk akar, ubahlah terlebih dahulu menjadi bentuk pangkat untuk mempermudah penyelesaianya.

Beberapa Sifat Logaritma yang lain:



II. Persamaan Logaritma


III. Pertidaksamaan Logaritma