If Else

IF – ELSE

Pernyataan if – else mempunyai pengertian “jika Kondisi bernilai benar, maka perintah-1 akan dikerjakan, dan jika tidak memenuhi syarat maka akan dikerjakan perintah-2”. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari contoh sederhana sebagai berikut ini ;
if(Kondisi)
Perintah-1;
else
perintah-2;




Contoh program yang menggunakan if-else :
Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput.
  • Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah :
    • Nilai Murni Keaktifan = Nilai keaktifan dikalikan dengan 20%
    • Nilai Murni Tugas = Nilai tugas dikalikan dengan 30%
    • Nilai Murni Ujian = Nilai ujian dikalikan 50%
    • Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian.
    • Ketentuan  grade nya.
      • Grade A = 80
      • Grade B = 70
      • Grade C = 59
      • Grade D = 50
      • Grade E = 40
Contoh penyelesaian :
# include <stdio.h>
# include <iostream.h>
# include <conio.h>
main()
{
char nama[20],*Grade;
float nk,nt,nu,nmk,nmt,nmu,na;
cout<<”Program Hitung Nilai Akhir Siswa”<<endl<<endl;
cout<<”   Masukkan Nama Siswa : “;gets(nama);
cout<<”   Nilai Keaktifan     : “;cin>>nk;
cout<<”   Nilai Tugas         : “;cin>>nt;
cout<<”   Nilai Ujian         : “;cin>>nu;
nmk=nk*0.2;
nmt=nt*0.3;
nmu=nu*0.5;
na=nmk+nmt+nmu;
if(na>=80)
{
Grade=”A”;
}
else if(na>=70)
{
Grade=”B”;
}
else if(na>=59)
{
Grade=”C”;
}
else if(na>=50)
{
Grade=”D”;
}
else
{
Grade=”E”;
}
cout<<endl;
cout<<”     Siswa Yang Bernama “<<nama<<endl;
cout<<”     Dengan nilai presentase yang dihasilkan”<<endl;
cout<<”     Nilai Murni Keaktifan x 20%    : “<<nmk<<endl;
cout<<”     Nilai Murni Tugas     x 30%    : “<<nmt<<endl;
cout<<”     Nilai Murni Ujian     x 50%    : “<<nmu<<endl;
cout<<”     Memperoleh Nilai Akhir Sebesar : “<<na<<endl;
cout<<”     Grade yang di dapat            : “<<Grade<<endl;
getch();
}
Contoh Gambar <outputan>.

Buatlah program hitung nilai rata-rata dari seorang siswa Dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Nama Siswa, Nilai Pertandingan I, Nilai Pertandingan II, Nilai Pertandingan III diinput.
  • Nilai rata-rata merupakan nilai hasil dari Nilai Pertandingan I, II dan III di bagi dengan 3.
  • Ketentuan mendapatkan hadiah dari pertandingan :
  • Jika nilai rata-rata >= 85, maka mendapatkan hadiah separangkat computer P4
  • Jika nilai rata-rata >= 70, maka mendapat hadiah uang tunai Rp. 500,000
  • Jika nilai rata-rata < 70, maka mendapatkan hadiah hiburan.
Contoh penyelesaian :
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main()
{
char nama[20],*hadiah;
int nil1,nil2,nil3;
float rt2;
cout<<endl;
cout<<”   ============================================”<<endl;
cout<<”       Program Hitung Nilai Rata-Rata Siswa”<<endl;
cout<<”   ============================================”<<endl<<endl;
cout<<”   Nama Siswa             : “;gets(nama);
cout<<”   Nilai Pertandingan I   : “;cin>>nil1;
cout<<”   Nilai Pertandingan II  : “;cin>>nil2;
cout<<”   Nilai Pertandingan III : “;cin>>nil3;
if(nil1>=85)
{
hadiah=”Komputer P4″;
}
else if(nil2>=70)
{
hadiah=”Uang Tunai Rp.500,000″;
}
else
{
hadiah=”Hiburan lain”;
}
rt2=nil1+nil2+nil3/3;
cout<<endl;
cout<<”   Siswa Yang Bernama   : “<<nama<<endl;
cout<<”   Nilai Rata-rata      : “<<rt2<<endl;
cout<<”   Hadiah Yang di Dapat : “<<hadiah<<endl;
getch();
}
Contoh Gambar <outputan>.

PT. DINGIN DAMAI, memberikan honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.300,000,- per bulan, dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut :
  • Tunjangan Jabatan
Golongan Presentase
1 5%
2 10%
3 15%
Sebagai contoh : jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3, maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.300,000,-
  • Tunjangan Pendidikan
Kode Pendidikan Presentase
1 SMU 2,5%
2 D3 5%
3 S1 7.5%
  • Honor Lembur
Jumlah Jam kerja normal sebanyak 8 jam kerja, honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam, maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.2,500 untuk setiap kelebihan jam kerja perharinya.
Contoh penyelesaian :
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main()
{
char nk[20];
float gol,pen,golongan,pend,jjk,a,juml,total,gaji;
cout<<”    =====================================================”<<endl;
cout<<”    Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT.DINGIN DAMAI\n”;
cout<<”    =====================================================”<<endl;
cout<<endl;
cout<<”    Nama Karyawan         : “;gets(nk);
cout<<”    Golongan              : “;cin>>gol;
cout<<”    Pendidikan (SMU/D3/S1): “;cin>>pen;
cout<<”    Jumlah Jam Kerja      : “;cin>>jjk;
gaji=300000;
if(gol==1 && pen==1)
{golongan=0.05*300000;
pend=0.025*300000;
}
if(gol==2 && pen==1)
{golongan=0.1*300000;
pend=0.025*300000;
}
if(gol==3 && pen==1)
{golongan=0.15*300000;
pend=0.025*300000;
}
if(gol==1 && pen==2)
{golongan=0.05*300000;
pend=0.05*300000;
}
if(gol==2 && pen==2)
{golongan=0.1*300000;
pend=0.05*300000;
}
if(gol==3 && pen==2)
{golongan=0.15*300000;
pend=0.05*300000;
}
if(gol==1 && pen==3)
{golongan=0.05*300000;
pend=0.075*300000;
}
if(gol==2 && pen==3)
{golongan=0.1*300000;
pend=0.075*300000;
}
if(gol==3 && pen==3)
{golongan=0.15*300000;
pend=0.075*300000;
}
if(jjk>=8)
{
a=jjk-8;
juml=a*2500;
}
else
{
juml=0;
}
total=golongan+pend+juml+300000;
clrscr();
cout<<”karyawan Yang Bernama= “<<nk<<endl;
cout<<”Honor Yang Diterima      “<<endl;
cout<<”Honor Tetap          = Rp. “<<gaji<<endl;
cout<<”Tunjangan Jabatan    = Rp. “<<golongan<<endl;
cout<<”Tunjangan Pendidikan = Rp. “<<pend<<endl;
cout<<”Honor Lembur         = Rp. “<<juml<<endl;
cout<<”Jumlah               = ____________+”<<endl;
cout<<”Honor Yang Diterima    Rp. “<<total<<endl;
getch();
}
Contoh Gambar <outputan>.

Algoritma

Algoritma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Diagram Alur sering digunakan untuk menggambarkan sebuah algoritma.
Dalam matematika dan komputasi, algoritma atau algoritme [1] merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.
Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.
Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah istilah "algoritma"

Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawārizmi (hidup sekitar abad ke-9), sebagaimana tercantum pada terjemahan karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 "Algorithmi de numero Indorum". Pada awalnya kata algorisma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab (sebenarnya dari India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

[sunting] Jenis-jenis Algoritma

Terdapat beragam klasifikasi algoritma dan setiap klasifikasi mempunyai alasan tersendiri. Salah satu cara untuk melakukan klasifikasi jenis-jenis algoritma adalah dengan memperhatikan paradigma dan metode yang digunakan untuk mendesain algoritma tersebut. Beberapa paradigma yang digunakan dalam menyusun suatu algoritma akan dipaparkan dibagian ini. Masing-masing paradigma dapat digunakan dalam banyak algoritma yang berbeda.
  • Divide and Conquer, paradigma untuk membagi suatu permasalahan besar menjadi permasalahan-permasalahan yang lebih kecil. Pembagian masalah ini dilakukan terus menerus sampai ditemukan bagian masalah kecil yang mudah untuk dipecahkan. Singkatnya menyelesaikan keseluruhan masalah dengan membagi masalah besar dan kemudian memecahkan permasalahan-permasalahan kecil yang terbentuk.
  • Metode serakah. Sebuah algoritma serakah mirip dengan sebuah Pemrograman dinamik, bedanya jawaban dari submasalah tidak perlu diketahui dalam setiap tahap; dan menggunakan pilihan "serakah" apa yang dilihat terbaik pada saat itu.

[sunting] Lihat pula